Minggu, 24 April 2011

Hantu Chernobyl Di Fukushima

  • JEPANG
    Hantu Chernobyl di Fukushima

    MINIVAN putih itu merayap hati-hati di sepanjang jalan Kota Namie. Penumpangnya, Seiko Nikaido, 35 tahun, dan ibunya Eiko, 73 tahun, memakai masker wajah serta sarung tangan putih. Mereka gugup menghindari pemeriksaan polisi. Misi mereka berkendaraan hingga ke rumah di tengah kota yang nyaris mati itu. Keduanya ingin pulang. Seiko ingin memungut secuil kehidupan yang mungkin tersisa akibat gempa dan tsunami sebulan lalu.

    "Saya takut dengan udara di sini," kata Seiko. "Tapi kami harus kembali mengambil beberapa barang." Seiko dan ibunya sudah dievakuasi setelah bencana meluluhlantakkan desa mereka di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Kedua perempuan ini harus mengungsi dari rumah mereka sendiri.

    Mereka tahu situasi di kampung halaman memburuk dari hari ke hari. Sejam sebelumnya, para pejabat pengawas nuklir Jepang meningkatkan skala krisis nuklir di PLTN Fukushima Daiichi ke tingkat maksimum berdasarkan standar internasional. Ini berarti krisis nuklir di sana setara dengan bencana nuklir di Chernobyl, Ukraina, pada 1986.

    Otoritas nuklir Jepang menaikkan skala bahaya nuklir dari 5 menjadi 7 setelah mempelajari hasil pemantauan kebocoran radiasi terbaru di sekitar kompleks PLTN tersebut. "Keputusan akhirnya kami ambil setelah melihat dan melakukan pemeriksaan silang dua data yang diperoleh dengan cara berbeda," ujar juru bicara Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang (NISA), Hidehiko Nishiyama, Selasa pekan lalu.

    Dua otoritas nuklir Jepang, yakni NISA dan Dewan Keamanan Nuklir Jepang (NSC), mengukur tingkat radiasi dua material radioaktif, yakni iodin-131 dan cesium-137, dengan metode masing-masing. Hasil pengukuran menunjukkan jumlah radiasi total iodin-131 sejak krisis terjadi sebulan lalu mencapai 500 ribu terabecquerel atau 500 ribu triliun becquerel. Jumlah itu melampaui batas minimum syarat ditetapkannya level 7 pada International Nuclear and Radiological Event Scale (INES), yang hanya berkisar pada puluhan ribu terabecquerel.

    Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengumumkan jangkauan zona aman radiasi meluas dari 20 menjadi 40 kilometer dari pembangkit. Daerah Katsuraomura, Namiemachi, dan Iitatemura serta sebagian Kawamatamachi dan Minami-Soma menjadi zona merah. Sekitar 130 ribu jiwa yang tinggal dalam zona ini harus dievakuasi dalam waktu satu bulan.

    Pemerintah Jepang memang khawatir Fukushima akan menjadi kuburan massal seperti Chernobyl. Ketika itu 50 petugas penyelamat tewas terkena radiasi akut dan penyakit terkait. Empat ribu anak dan remaja terkena kanker tiroid, sembilan di antaranya meninggal. Lebih dari 100 ribu orang dievakuasi dan jumlah pengungsi dari daerah yang terkontaminasi akhirnya mencapai 350 ribu.

    Namun seorang pejabat senior Badan Energi Atom Internasional mengatakan, meski naik ke level tertinggi, kecelakaan nuklir Fukushima tidak berarti sebanding dengan Chernobyl. "Ini kecelakaan yang sama sekali berbeda," kata Denis Flory dalam konferensi pers Rabu pekan lalu. Dia mengatakan tingkat radiasi di Chernobyl pada 1986 jauh lebih tinggi.

    Nikaido tahu pemerintah telah memperluas zona radiasi berbahaya di sekitar pabrik nuklir. Aturan mendekati wilayah terkontaminasi semakin ketat. Tapi beberapa pengungsi ingin kembali ke rumah mereka segera sebelum wilayah itu disegel.

    Sebagian besar warga mengeluhkan simpang-siurnya rencana evakuasi. Minami-Soma, yang sebelumnya tergolong aman, tiba-tiba masuk kategori berisiko terkena radiasi. "Pemerintah pusat tidak memberi kami informasi. Kami harus segera mencari tahu di mana batas amannya," kata pejabat SAR setempat.

    Tokyo Electric Power Co (Tepco), operator pembangkit listrik Jepang, mengatakan telah menyiapkan kompensasi untuk mereka yang terkena dampak krisis. Sebuah skema kompensasi disiapkan. Tepco berencana menggelontorkan 2-3,8 triliun yen atau sekitar US$ 24-45 miliar.

    "Tanggung jawab terbesar saya adalah mengatasi situasi di pembangkit, mendukung orang yang telah dievakuasi, dan memastikan kami menyediakan listrik dengan mengatasi kekurangan pasokan sesegera mungkin," kata Presiden Tepco Masataka Shimizu, yang menolak mundur.

    Ninin Damayanti (Yomiuri Shimbun, Guardian, Reuters, AP)

Sabtu, 12 Maret 2011

Memang Gempa 8,9 SR itu Dahsyat ...

MINGGU, 13 MARET | 09:09 WIB

PM Kan: Bencana Ini Dahsyat

AP PHOTO/NTV JAPAN VIA APTN


Dahono Fitrianto

TOKYO, KOMPAS.com — Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sabtu (12/3/2011) di Tokyo, mengatakan, gempa dengan kekuatan 8,9 pada Jumat mengakibatkan bencana besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gempa tektonik itu menyebabkan tsunami dan bocornya reaktor nuklir.

”Gempa dan tsunami yang memorakporandakan wilayah timur laut Jepang mengejutkan dunia dan menyebabkan bencana alam nasional terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Kan. ”Saya ingin warga bisa menghadapi semua ini, yang harus dijuluki sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan mengharapkan peran Anda semua disertai upaya maksimal pemerintah dan badan-badan terkait pemerintah,” demikian pernyataan PM Kan secara nasional.

Gempa menghancurkan sejumlah wilayah daratan Jepang dan menyebabkan tsunami yang membuat 20 negara waspada pada Jumat.

Gempa juga telah menyebabkan kebocoran pada bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Co (Tepco), Sabtu.

PLTN itu tidak jauh dari Sendai, kota terdekat dari lokasi gempa. Lokasi PLTN itu sekitar 250 kilometer di utara Tokyo. Kebocoran terjadi akibat atap PLTN retak karena guncangan gempa.

Juru bicara Pemerintah Jepang, Yukio Edano, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu tidak mengakibatkan radiasi tingkat tinggi. Meski demikian, wilayah dalam radius 10 km dari Tepco sudah dikosongkan. Barikade dipasang untuk mencegah warga mendekat. Tak lama setelah itu, pengosongan wilayah diperluas menjadi 20 km dari lokasi Tepco, yang terletak di Prefektur Fukushima. Kawasan dalam radius 20 km itu padat penduduk yang tersebar di sejumlah desa dan kota.

Yaroslov Shtrombakh, pakar nuklir Rusia, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu dipastikan tidak akan separah yang pernah terjadi di Chernobyl, Rusia, pada tahun 1986.

Lumpuh

Gempa di Jepang telah menyebabkan pergeseran sumbu (aksis) bumi di lokasi gempa sejauh 25 sentimeter dan menggeser posisi Pulau Honshu, pulau utama di Jepang, sejauh 2,5 meter dari posisi sebelum gempa.

Hal ini menyebabkan banyak bangunan retak, tetapi tidak hancur total sebagaimana terjadi di banyak negara yang mengalami gempa dan tidak memiliki kualitas bangunan yang tahan gempa seperti di Jepang. Meski demikian, guncangan akibat gempa terasa sampai di Beijing, China, yang berjarak 2.092 km dari Tokyo.

Bandar Udara Internasional Narita di Tokyo sudah beroperasi kembali, Sabtu. Meski demikian, pelayanan bandara belum kembali pulih 100 persen. Bandara tersebut sempat ditutup semalaman setelah gempa. Tanda-tanda kerusakan akibat gempa terlihat di beberapa sudut Terminal 2 Bandara Narita.

Jadwal penerbangan juga belum sepenuhnya pulih. Bahkan, sebagian besar penerbangan yang dijadwalkan tiba di Narita, Sabtu pagi hingga siang, dibatalkan atau ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Akibatnya, ratusan penumpang terpaksa menginap dan tidur di bandara hingga Sabtu siang.

Penumpang yang baru tiba juga menumpuk di bandara karena mereka tidak bisa segera meninggalkan bandara menuju pusat kota Tokyo. Jalan raya bebas hambatan utama yang menghubungkan pusat kota Tokyo dan Bandara Narita masih ditutup akibat gempa sehingga seluruh layanan bus transportasi bandara belum dioperasikan hingga hari Minggu ini.

Kereta api menjadi satu-satunya andalan transportasi murah untuk menuju Tokyo, yang berjarak 80 kilometer dari Narita. Akan tetapi, antrean penumpang pun menjadi sangat panjang karena semua penumpang pindah ke moda transportasi ini.

Bagi yang memiliki uang lebih, taksi menjadi pilihan satu-satunya meskipun ongkosnya sangat mahal, yakni mencapai sekitar Rp 2 juta. Rombongan undangan Kementerian Luar Negeri Jepang, termasuk Kompas, juga terpaksa menggunakan taksi untuk mengikuti acara kampanye perlucutan senjata nuklir. Dibutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk mencapai hotel di kawasan Akasaka di pusat kota Tokyo, yang biasanya bisa ditempuh tidak lebih dari 2 jam.

Jalan bebas hambatan masih ditutup sehingga taksi terpaksa mengambil jalan biasa yang diwarnai kemacetan parah di mana-mana. Rombongan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membutuhkan waktu hingga 12 jam untuk menempuh perjalanan dari Tokyo ke Narita. ”Kami tidak bergerak sama sekali selama 1,5 jam di Rainbow Bridge di Tokyo,” tutur asisten pribadi Jusuf Kalla, Yadi Jentak, Sabtu pagi.

Gempa susulan masih terus terjadi setiap beberapa menit yang sangat terasa di Bandara Narita.

Tumpukan sampah

Kantor berita Kyodo memberitakan gempa tersebut telah menyebabkan kematian 1.700 warga Jepang di dekat episentrum gempa, tidak jauh dari lepas pantai kota Sendai. Meski demikian, di kota pelabuhan Minamisanriku, Prefektur Miyagi, ada 10.000 orang yang tidak diketahui keberadaannya, menurut stasiun televisi NHK.

Puing-puing, termasuk rongsokan mobil dan reruntuhan bangunan, tidak saja menimpa pantai Sendai, kota yang paling parah terpukul gempa, tetapi di sepanjang pesisir pantai di timur laut Pulau Honshu juga bertumpukan puing-puing. Warga sama sekali tidak bisa berjalan karena terkepung puing-puing yang menutupi sebagian besar jalan di pantai pulau utama di Jepang itu.

Tsunami menerjang hingga 10 km ke daratan Pulau Honshu dari garis pantai. Tsunami membawa kapal-kapal yang terdampar, rumah-rumah yang roboh, mobil-mobil, pepohonan, dan apa saja ke daratan. ”Terjangan tsunami begitu dahsyat dan cepat,” kata Koichi Takairin (34), seorang sopir truk di Sendai.

Lebih dari 215.000 warga di sekitar episentrum gempa kini tinggal di 1.350 lokasi penampungan sementara di lima prefektur sebagaimana diutarakan Kepolisian Nasional Jepang.

Gempa menyebabkan satu juta rumah tangga tidak mendapatkan aliran air, terutama di timur laut Jepang. Di wilayah itu sekitar empat juta bangunan juga tidak mendapatkan aliran listrik.

”Setiap orang ingin keluar dari area ini, tetapi jalan-jalan tertutup karena ada tumpukan puing-puing,” kata Reiko Takagi, warga di Jepang timur laut.

Bala bantuan tenaga berdatangan dari sejumlah negara, mulai dari AS hingga Indonesia. Sebagian dari tim dunia itu akan melakukan pencarian orang-orang hilang, mengorganisasikan bantuan kemanusiaan, hingga pengadaan permukiman sementara bagi warga korban gempa.

Jefferies International Ltd, sebuah bank investasi, memperkirakan kerugian akibat gempa itu bisa mencapai 10 miliar dollar AS. Namun, ini jauh di bawah kerugian akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menyebabkan kerugian 100 miliar dollar AS. (REUTERS/AP/AFP/MON)



Kompas Cetak

Kamis, 03 Maret 2011

Mahasiswa UGM Temukan Vaksin Flu Burung
Kamis, 3 Maret 2011 21:42 WIB | Dibaca 21 kali
Yogyakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Artina Prastiwi menemukan vaksin flu burung atau Avian Influenza H5N1 dengan memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa).

"Vaksin tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga 87 persen. Selain telah teruji dalam skala laboratorium, vaksin itu juga lebih murah dibandingkan dengan vaksin kimia yang dijual di pasaran," kata Artina di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, vaksin AI di pasaran biasanya dibanderol Rp200.000 per 100 dosis, sedangkan vaksin temuannya hanya Rp75.000 per 100 dosis.

"Meskipun terbilang efektif dan murah, vaksin itu belum dipasarkan secara massal, karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti hasilnya," katanya.

Ia mengatakan vaksin itu memanfaatkan buah mahkota dewa, potensi lokal Indonesia, yang secara ilmiah telah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai antivirus AI.

Kandungan saponin dalam buah mahkota dewa bermanfaat selain dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan vitalitas, juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antivirus.

Menurut dia, untuk mendapatkan senyawa saponin, buah mahkota dewa dibuat ekstrak melalui penyulingan. Cara membuat antivirus dari ekstrak mahkota dewa itu diawali dengan penimbangan sesuai dosis yang dibutuhkan.

"Untuk dosis 10 mililiter diperlukan buah mahkota dewa kering sebanyak 100 gram per 100 mililiter air, atau kelipatannya yakni 100 gram per 1.000 mililiter. Selanjutnya, dilakukan penyulingan untuk mendapatkan ekstrak," katanya.

Setelah memperoleh ekstrak, dilakukan pengujian kadar saponin di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Ekstrak mahkota dewa harus mengandung kadar saponin 10 persen.

"Hasil saponin yang diperoleh itu yang digunakan sebagai bahan baku yakni pelarut suspense antigen virus AI. Kemudian yang digunakan sebagai vaksin adalah ekstrak mahkota dewa 0,2 mililiter," katanya.

Ia mengatakan pada awalnya uji coba dilakukan pada 30 telur ayam berembrio. Dari hasil uji tersebut diketahui telur yang diberi virus AI dan diberi tambahan saponin 10 persen dari ekstrak buah mahkota dewa 0,2 ml, setelah diinkubasi selama 35 hari diketahui embrio tidak mati, sehat, dan tanpa bekas luka.

Namun, telur yang disuntik dosis yang lebih tinggi 15 persen dan 20 persen, ternyata semua embrio mati dengan bentuk perdarahan seluruh tubuh, kekerdilan, dan cairan alantois keruh .

Menurut dia, sepuluh persen merupakan hasil terbaik untuk menghambat virus flu burung. Hal itu membuktikan bahwa kadar saponin yang digunakan harus tepat karena bisa menimbulkan keracunan jika diberikan dalam dosis besar.

"Setelah teruji aman pada telur, vaksin mengujikan pada ayam usia kurang dari 21 hari, dan hasilnya cukup menggembirakan. Ayam yang telah divaksin tidak ada satu pun yang mati," katanya.

Hasil penelitian itu akan dipresentasikan dalam seminar internasional yang digelar Amstecs di Jepang pada 19-20 Maret 2011.(*)

(U.B015/M008)

Minggu, 27 September 2009

Kiprah Ilmuwan Muslim di Gedung Putih

Kiprah Ilmuwan Muslim di Gedung Putih

By Republika Newsroom
Senin, 28 September 2009 pukul 07:57:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share
Kiprah Ilmuwan Muslim di Gedung Putih

Peran umat Islam di Gedung Putih tampaknya semakin diakui. Setelah mengangkat Dalia Mugahed, tokoh Muslimah Amerika Serikat (AS), sebagai penasihat bidang Timur Tengah dan dunia Muslim, Presiden Barack Obama juga mengangkat Ahmed Zewail, seorang ilmuwan Muslim terkemuka sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Teknologi Kepresidenan (PCAST).

Zewail merupakan seorang ilmuwan Muslim besar di era modern. Betapa tidak, Zewail merupakan tokoh Muslim yang menyandang dua gelar guru besar sekaligus, yakni profesor ilmu kimia dan fisika pada California Institute of Technology atau Caltech, sebuah universitas riset terkemuka di dunia yang berada di Pasadena, California, AS.

Ilmuwan Muslim, yang sempat dianugerahi penghargaan bergengsi Nobel pada 1999 itu, diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Kepresidenan pada April 2009 lalu. Dalam sambutannya pada perhelatan National Academy of Sciences di Washington DC, Presiden Obama mengumumkan pengangkatan Zewail sebagai satu dari 20 ahli yang diangkat sebagai anggota PCAST.

Ke-20 pembisik Obama di bidang energi, pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, lingkungan, keamanan, dan ekonomi itu berasal dari kalangan ahli dan komunitas akademisi. Masuknya Zewail sebagai salah satu dari 20 ilmuwan dan pakar terkemuka di negeri Paman Sam itu tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi umat Islam di Amerika dan dunia Muslim pada umumnya.

Kiprah umat Islam ternyata masih diakui seorang pemimpin negara adidaya. Zewail dan anggota PCAST lainnya diharapkan Obama mampu mendukung agenda utama Presiden Obama untuk menghidupkan kembali roda perekonomian AS. Selain itu, para penasihat juga bisa membangun sebuah landasan yang baru dan inovatif bagi Amerika di abad ke-21.

"Saya sangat senang terpilih menjadi seorang penasihat untuk membantu Presiden Obama, dalam mewujudkan gagasannya bagi Amerika di abad ke-21 serta membantu mengatasi isu-isu global yang signifikan,'' tutur Zewail seperti dikutip situs caltech.edu.

Terpilihnya Zewail sebagai anggota PCAST mendapat dukungan dari Presiden Caltech, Jean-Lou Chameau. "Ahmed adalah pilihan yang fantastis bagi PCAST. Dia bukan hanya seorang saintis yang terkemuka, namun juga seorang pemimpin intelektual dengan pemikiran yang luar biasa dalam mengatasi isu-isu yang dihadapi masyarakat,'' ungkap Jean-Lou Chameau.

Zewail memang seorang ilmuwan Muslim yang sangat diakui dunia. Selain, sempat dianugerahi hadiah Nobel berkat jasanya mengembangkan femtosains, ia juga telah menerima sederet penghargaan bergengsi lainnya. Direktur Pusat Biologi Fisika untuk Ultrafast Science and Technology pada Caltech itu juga sempat dianugerahi Albert Einstein World Award of Science, the Benjamin Franklin Medal, the Robert A Welch Award, the Leonardo da Vinci Award, the Wolf Prize, hingga the King Faisal Prize.

Zewail terlahir pada 26 Februari 1946 di Damanhur--sebuah wilayah yang terletak 60 km dari Kota Alexandria, Mesir. Ayahnya seorang pegawai negeri sipil, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak remaja, Zewail sangat mencintai ilmu kimia. Bahkan, dia sering menghabiskan waktu berhari-hari untuk melakukan berbagai penelitian kimia kecil-kecilan.

Pada 1967, Zewail lulus dari Fakultas Sains Universitas Alexandria sebagai seorang sarjana kimia, dengan meraih predikat cumlaude. Ia lalu hijrah ke Amerika dan menimba ilmu di Universitas Pensylvania, Philadelphia pada 1969. Sejak meraih gelar doktor, popularitasnya di kalangan ilmuwan dunia kian mengilap.

''Saat tiba di Amerika, saya merasa terlempar ke dalam sebuah samudera. Lautan yang penuh dengan pengetahuan, kebudayaan, dan peluang dan pilihan. Di sini, saya harus belajar untuk berenang atau tenggelam,'' ujar Zewail dalam buku bertajuk Voyage Through Time: Walks of Life to the Nobel Prize.

Zewail bersama ilmuwan terkemuka Amerika lainnya, seperti John Holdren, Rosina Bierbaum, Christine Cassel, Christopher Chyba, S James Gates Jr, Shirley Ann Jackson, Eric Lander, Richard Levin, Chad Mirkin, Mario Molina, Ernest J Moniz, dan yang lainnya akan menjadi arsitek kemajuan AS di abad ke-21. heri ruslan/taq

Minggu, 13 September 2009

Tanda-tanda Kanker yang Sering Diabaikan

Tanda-tanda Kanker yang Sering Diabaikan
Jangan asal membeli obat batuk.
Senin, 14 September 2009 | 11:11 WIB

KOMPAS.com - Dibanding dengan pria, wanita memang lebih peduli akan kesehatannya. Mereka juga berhati-hati dan mau memeriksakan diri bila menemui gejala yang aneh pada tubuhnya. Kepedulian seseorang pada kesehatannya juga berkaitan dengan usia. "Orang muda biasanya lebih cuek karena mengangap hanya orang tua saja yang mungkin terkena penyakit," kata Mary Daly, onkologis Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, AS.

Bicara tentang gejala-gejala yang aneh pada tubuh, berikut adalah tanda-tanda kanker yang perlu diwaspadai. Meski tidak spesifik, tetapi gejala berikut biasanya diikuti dengan tanda-tanda lain. Yang perlu diperhatikan adalah, makin dini diketahui, makin besar peluang kanker disembuhkan.

1. Berat badan turun tanpa sebab jelas
Setiap wanita pasti ingin berat badannya turun tanpa perlu capek berusaha. Tetapi, berat badan yang anjlok dalam sebulan tanpa usaha diet atau olahraga, perlu diwaspadai.

"Berat badan yang tiba-tiba turun tanpa penjelasan bisa menjadi tanda kanker atau kondisi kesehatan lain, seperti tiroid yang terlalu aktif. Untuk memastikannya periksakan diri ke dokter," kata Ranit Mishori, asisten profesor bidang kesehatan keluarga dari Sekolah Kedokteran Universitas Georgetown.

2. Bengkak di perut
Munculnya bengkak di perut bisa dicurigai sebagai tanda kanker ovarium. Tanda lain yang menyertai adalah sakit di bagian perut atau sakit di bagian panggul, gangguan berkemih dan mudah merasa kekenyangan meski makan sedikit. Waspadai gejala bengkak, terutama bila menetap lebih dari seminggu.

3. Payudara berubah
Walau tidak rutin melakukan pemeriksaan sendiri, pada umumnya mengenali kondisi payudaranya. Karena itu, jangan anggap enteng bila muncul tanda kemerahan atau benjolan di payudara. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada puting, muncul cairan (pada wanita yang sedang tidak menyusui) apalagi yang disertai rasa gatal.

4. Perdarahan
Perdarahan yang timbul di antara waktu periode menstruasi sebaiknya perlu dicek ke dokter. "Bila sebelumnya tidak pernah muncul vlek darah dan sekarang tiba-tiba ada, maka itu bisa jadi sesuatu yang abnormal," kata Debbie Saslow, Phd, direktur kanker payudara dan ginekologi dari American Cancer Society.

5. Kulit berubah
Hati-hati dengan tahi lalat atau benjolan di kulit. Jika makin melebar, tidak simetris, warna tidak merata atau berkoreng, ada kemungkinan hal itu merupakan kanker kulit. Penyebab utama kanker kulit adalah sinar ultraviolet dan zat kimia, juga infeksi human papiloma virus.

6. Sulit menelan
Keluhan sulit menelan biasanya terkait dengan gangguan pada tenggorokan. Namun, gejala sulit menelan juga bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Meski tidak spesifik, tapi kanker saluran cerna pada stadium dini seringkali memiliki gejala nyeri ulu hati, sulit menelan, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna, dan anemia.

7. Perubahan di mulut
Menurut Perkumpulan Kanker Amerika, para perokok perlu mewaspadai munculnya bercak putih di lidah atau plak pada mukosa mulut, karena bisa menjadi tanda kondisi pra kanker yang disebut leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut.

8. Batuk berdarah
Gejala kanker paru dapat berupa batuk, sesak napas, dan dahak yang berdarah. Gejala yang timbul dari kanker paru biasanya sesuai dengan penyebaran kanker di organ tubuh yang terkena. Misalnya bila menyebar ke otak, ia dapat menimbulkan nyeri kepala, kejang, atau gangguan kesadaran. Sedangkan pada tulang, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

9. Demam tak jelas
Jika anak lesu dan pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, mengalami perdarahan di kulit atau gusi, ada benjolan di tubuh atau kepala, nyeri pada anggota gerak, perut bengkak atau keras, sebaiknya orangtua waspada dan segera membawanya ke dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala leukimia (kanker darah) atau kanker limfoma (kelenjar getah bening).


AN
Sumber : WebMD
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda

Kamis, 10 September 2009

KSAL: Indonesia Dijajah Secara Elektronik di Ambalat

Memang kebangetan Malaysia (Negaranya teroris Nurdin M Top)...

KSAL: Indonesia Dijajah Secara Elektronik di Ambalat
Dalam Rangka hari jadi yang ke 64 Radio Republik Indonesia menyelenggarakan Dialog Interaktif Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio di Auditorium RRI, Jakarta, Jumat (11/9).
Jumat, 11 September 2009 | 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Malaysia untuk mengklaim Ambalat dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ternyata tidak hanya dilakukan dengan melanggar batas wilayah saja. Jalur elektronik pun ditempuh oleh negeri Jiran itu untuk mengklaim wilayah perairan yang kabarnya kaya sumber daya minyak itu.

Itulah yang dirasakan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno. Ia mengaku kaget saat dirinya beberapa waktu yang lalu berkunjung ke perairan Ambalat. Pasalnya, saat memasuki kawasan tersebut, telepon genggam yang dimilikinya bertuliskan welcome to Malaysia (selamat datang ke Malaysia).

"Waktu saya ada di Ambalat beberapa waktu yang lalu, ada penjajahan secara elektronik di sana. Waktu saya masuk ke sana (perairan Ambalat) saya kaget HP (handphone) saya bertuliskan welcome to Malaysia," kata Kasal di acara dialog interaktif "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio" di Auditorium Radio Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Kasal, hal merupakan sebuah penjajahan elektronik yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. "Ini harus kita cegah. Jadi ada suatu penjajahan elektronik," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh berjanji untuk mengambil tindakan. Saat ini Departemen Komunikasi dan Informasi sedang memperbesar dan memperluas bandwidth atau jaringan elektronik di berbagai wilayah Indonesia. "Insya Allah di 2010 sudah tidak ada lagi welcome to itu (Malaysia)," katanya.

Selasa, 08 September 2009

Ck...ck.... Kiriman TKI Minimal Rp 50 Juta Per Orang

Ck...ck.... Kiriman TKI Minimal Rp 50 Juta Per Orang
Rabu, 9 September 2009 | 09:36 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Wilayah Malang Selatan, Jawa Timur, selalu berlimpah uang kiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setiap menjelang Lebaran.

Menurut Kepala Kantor Pos Besar Malang (KPBM) Subkhan, Rabu (9/9), beberapa wilayah Malang Selatan yang menjadi tujuan pengiriman uang TKI tersebut di antaranya adalah Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gondanglegi, dan Dampit.

"Rata-rata pengiriman uang itu berasal dari TKI yang bekerja di Saudi Arabia, Malaysia, Hongkong, Taiwan, serta Singapura, dan uang yang dikirimkan juga bervariasi, minimal Rp 50 juta. Biasanya semakin mendekati hari Lebaran atau H-7 hingga H+7, tingkat pengiriman juga semakin besar," katanya.

Ia mengemukakan, angka pengiriman pada hari-hari normal di KPBM melalui Western Union (WU) hanya Rp 400 juta-Rp500 juta. Namun, pada bulan Ramadhan, jumlah itu bisa meningkat 100 persen bahkan lebih. Selama Ramadhan rata-rata mencapai Rp 1,3 miliar dan mendekati Lebaran bisa mencapai Rp 2 miliar per hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang Djaka Ritamtama mengakui, perputaran uang di Kabupaten Malang dari kiriman TKI yang mengais rezeki di luar negeri selama bulan Ramadhan bisa mencapai Rp 40 miliar.

Menurut dia, uang kiriman dari TKI di daerah itu rata-rata per tahun Rp 100 miliar-Rp 110 miliar, 40 persen di antaranya masuk ketika bulan Ramadhan atau menjelang Lebaran.

"Jumlah tersebut berdasarkan data resmi dari Bank Indonesia (BI), WU, dan wesel saja, sedangkan yang tidak resmi, seperti dititipkan pada keluarga atau kerabat yang pulang kampung, tidak terdata," ungkapnya.

Ia mengakui, angka pengiriman uang TKI di Kabupaten Malang merupakan yang terbesar di Jatim karena jumlah TKI asal Kabupaten Malang yang bekerja di luar negeri juga cukup tinggi, lebih dari 10.000 orang.

Beberapa tahun silam, aliran kiriman uang TKI ke Kabupaten Malang bisa mencapai Rp 400 miliar per tahun karena ada beberapa negara Eropa yang juga menjadi daerah tujuan TKI.

Tamiflu untuk Pengobatan, Bukan Pencegahan

Tamiflu untuk Pengobatan, Bukan Pencegahan
Rabu, 9 September 2009 | 10:46 WIB

KOMPAS.com — Departemen Kesehatan Amerika Serikat menyatakan, Tamiflu dan Relenza, obat untuk wabah flu, hanya boleh diberikan untuk mengobati orang yang sakit dan berisiko komplikasi. Dua obat tersebut tak akan diresepkan untuk pencegahan.

Keputusan tersebut dikeluarkan sebagai panduan tentang penggunaan obat untuk mencegah penyebaran virus A-H1N1. Terlebih setelah wabah flu menyebar luas dan menyerang ribuan mahasiswa dari Washington State University.

Pejabat kesehatan di sana mengatakan, obat antivirus hanya diperuntukkan bagi orang yang berisiko tinggi untuk tertular, seperti wanita hamil, anak berusia di bawah 5 tahun, dan orang dengan penyakit kronis, seperti asma dan penyakit jantung.

"Mayoritas remaja, orang dewasa, dan anak-anak tidak membutuhkan antiviral," kata dr Anne Schuchat dari Center dari Disease Control and Prevention.

Obat antiviral tersebut memang efektif untuk mengurangi gejala flu dan memperpendek jumlah hari sakit pada orang yang terkena virus flu.

Pejabat Departemen Kesehatan AS menyatakan tak ingin obat antiviral tersebut digunakan berlebihan karena virus bisa menjadi kebal sehingga obat tak akan efektif.

Trans Studio, Mercusuar di Timur Indonesia

Trans Studio, Mercusuar di Timur Indonesia
Rabu, 9 September 2009 | 10:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari ini, Rabu (9/9), Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Trans Studio Theme Park, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Trans Studio merupakan kawasan wisata terpadu yang dibangun di atas lahan seluas 24 hektar. Salah satu bagian tempat wisata baru ini adalah taman bermain dalam ruangan (indoor) seluas 2,7 hektar.

Menurut catatan, saat ini taman bermain dalam ruangan terbesar di dunia terdapat di Lotte World Korea dengan luas 1,7 hektar. Dengan demikian, wahana indoor di Trans Studio Theme Park yang didesain oleh John Stevenson, sutradara Kung Fu Panda, merupakan arena wisata dalam ruang terbesar di dunia. Wahana ini mampu menampung pengunjung hingga 10 ribu orang dengan kapasitas nyaman antara 6.000 - 8.000 orang.

Di dalam studio, uang kartal tidak berlaku. Alat tukar untuk menikmati aneka permainan di tempat itu adalah kartu mikrochip. Alat tukar digital ini baru pertama kali digunakan di Makassar, bahkan konon pertama di dunia. Wahana rekreasi kelas dunia macam Disneyland di Los Angeles dan Disneyworld di Orlando kabarnya baru akan menggunakan teknologi ini tahun depan.

Kartu mikrochip pengganti uang ini berlaku seumur hidup dan dapat digunakan untuk membeli cinderamata serta untuk kartu tol prabayar.

Dua area

Kawasan kompleks Trans Studio terbagi dalam dua area, yakni Trans Studio Theme Park sebagai tempat hiburan keluarga, dan Trans Studio Walk yang merupakan pusat perbelanjaan kelas dunia.

Trans Studio Theme Park terinspirasi oleh Disneyland dan Universal Studio. Area itu berada pada lahan seluas 2,7 hektar dengan 21 wahana permainan yang terbagi dalam empat zona dengan tema berbeda.

Pertama Studio Central, tempat para pengunjung akan bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi bintang dan mengetahui rahasia di balik layar tayangan-tayangan favorit.
Kedua Lost City, yang merupakan suatu kawasan seru yang menampilkan petualangan menegangkan ala Indiana Jones.

Ketiga, Cartoon City, yang merupakan dunia penuh warna, fantasi dan keajaiban. Di zona ini anak-anak akan larut dalam kegembiraan pada kenangan masa kecil yang ceria.

Keempat, Magic Corner, merupakan zona penuh suasana magis yang membuat pengunjung yakin pada apa yang disaksikan karena sensasi yang ditimbulkan.

Sedangkan di area Trans Studio Walk terdapat pusat perbelanjaan kelas dunia dengan lima lantai yang memiliki luas 55.000 meter persegi. Area tersebut juga dilengkapi tiga atrium. Pusat perbelanjaan ini akan menyediakan busana bermerk internasional.

Trans Studio Makasar ini dibangun dengan investasi lebih dari Rp 1 triliun, dan dibangun atas kerjasama antara Trans Corps dan Grup Kalla.

Mengapa Makassar

Mengapa areal raksasa ini dibangun di Makassar, tidak di Jawa atau Sumatera? Kalla memang putra Makassar. Tapi, di luar faktor Kalla, ada fakta-faktar menarik tentang Kota Angin Mamiri itu. Ada pasar besar di sana. Sebanyak 3,4 juta orang tinggal di Kota Makassar, sementara 4,6 juta lainnya adalah warga Sulawesi Selatan. Dengan demikian, ada 8 juta penduduk lokal provinsi itu yang merupakan pasar potensial.

Fakta lain yang bisa dicatat, pertumbuhan ekonomi di kawasan ini sangat tinggi. Gross Domestic Product (GDP) Makassar lebih tinggi dari GDP rata-rata nasional. GDP Makassar sebesar Rp 7,1 juta pada tahun 2002 meningkat menjadi Rp 9,3 juta pada tahun 2009.

Makassar tengah bersinar. Pertumbuhan ekonomi, sarana, prasarana serta pariwisata yang demikian pesat beberapa tahun terakhir ini menjadikan Makassar seperti gadis perawan yang menarik perhatian banyak orang. Kehadiran mega proyek Trans Studio membuktikan bahwa Makassar merupakan magnet baru. Wahana kelas dunia ini serupa mercusuar yang membentuk identitas baru wilayah timur Indonesia.

Seorang pakar ekonomi dari AIM (Asian Institute of Management) Filipina pernah berkomentar tentang pembangunan Trans Studio, "Saya mengerti, Jawa adalah masa lalu, Sumatera adalah masa kini, dan Indonesia Timur adalah masa depan."

Minggu, 06 September 2009

Batik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia

Batik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia
UNESCO akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage).
Minggu, 6 September 2009, 11:21 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
Batik (dok. Bin House)

VIVAnews - Batik memang identik dengan Indonesia, tetapi bukan berarti negara lain tidak bisa memproduksinya. Negara tetangga kita, seperti Malaysia, Singapura, bahkan China juga memproduksi batik dengan motif yang cukup beragam. Hal itu ternyata tidak membuat pengakuan dunia internasional terkait batik Indonesia memudar.

Buktinya, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhan tersebut akan secara resmi dilakukan pada 2 oktober 2009 mendatang di Prancis.

Untuk jenis batik yang akan dikukuhkan sebagai World Heritage adalah batik tulis dan bukan batik printing. Hal itu karena jenis batik printing juga diproduksi di beberapa negara lain. Batik tulis memang hanya diproduksi di Indonesia.

Pembuatannya yang dilakukan secara manual menggunakan canting serta proses pewarnaan yang memakan waktu cukup lama, membuat corak dan kualitas batik tulis sangat istimewa. Harganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan batik yang di cetak atau printing. Untuk membuat batik tulis juga membutuhkan keahlian khusus karena tingkat kesulitan pembuatannya yang cukup tinggi.

Untuk jenis corak batik tulis, ada juga beberapa yang hanya diperuntukkan untuk kalangan kerajaan Jawa dan tidak bisa dibuat oleh orang sembarangan. Hal itu terkait filosofi dan status sosial dari si pemakai. Batik bagi masyarakat Jawa, memang bukan hanya sebuah kain bercorak, tetapi juga penggambaran filosofi kehidupan dan warisan budaya leluhur yang harus dijaga.

Untuk mendukung pengukuhan batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage), mari kita memakai batik pada 2 Oktober mendatang. Tunjukkan rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia, yang memiliki warisan budaya yang luar biasa yaitu batik tulis.

• VIVAnews

Rabu, 10 September 2008

Puluhan Hektare Areal Hutan Jati Terbakar

Kebakaran hutan pasir putih di Situbondo, Jatim.

10/09/2008 15:03 - Kebakaran Hutan
Puluhan Hektare Areal Hutan Jati Terbakar

Liputan6.com, Situbondi: Kebakaran hebat melanda puluhan hektare hutan pasir putih di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (10/9) siang. Api dengan mudah menjalar karena kondisi hutan yang kering akibat kemarau.

Pemadaman kebakaran di hutan jati ini tidak dapat segera dilakukan karena keterbatasan alat. Petugas Perhutani hanya mengandalkan ranting pohon untuk menjinakkan kobaran api.

Menurut petugas, kebakaran terjadi akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab yang membakar sampah di sekitar areal hutan yang berada tidak jauh dari jalan raya.(JUM/Agus Ainul Yaqin dan Taufiqurahman)

Senin, 08 September 2008

Keajaiban: Pohon Nangka Berbuah Tanpa Kulit

Ada Nangka Berbuah Tanpa Kulit
Keunikan pohon nangka berbuah tanpa kulit atau Naked Jackfruit bisa disaksikan di Taman Wisata Mekarsari, Bogor, Senin (8/9). Buah nangka tanpa kulit ini kemungkinan besar disebabkan akibat mutasi indukan awal.
Senin, 8 September 2008 | 16:09 WIB

BOGOR, SENIN — Anda mungkin tidak percaya saat mendengar pohon nangka berbuah tanpa kulit. Namun, boleh percaya atau tidak, di Taman Wisata Mekarsari salah satu pohon nangka berbuah demikian.

Pohon yang merupakan varietas Artocarpus heterophyllus ini adalah satu dari sepuluh tanaman andalan Taman Wisata Mekarsari yang disebut The Ten Most Amazing Trees dan biasa disebut Naked Jackfruit.

Keunikan buah nangka ini, menurut Kepala Bagian Kebun Produksi dan Penelitian Taman Wisata Mekarsari AF Margianasari, baru terlihat setelah usia buah di atas delapan minggu. "Pada usia hingga empat minggu bentuk buah masih normal seperti buah nngka pada umumnya. Baru setelah delapan minggu, buah mulai pecah dan besar keluar dari daminya," ujar Mergianasari yang akrab dipanggil Riris.

Naked Jackfruit ini sepintas juga terlihat menyerupai buah pisang yang menempel pada buah nangka. Margianasari mengungkapkan, keunikan yang terjadi pada buah pohon tersebut diperkirkan akibat mutasi indukan awal.

"Kemungkinan besar akibat mutasi yang terjadi pada indukan awal atau perubahan sel yang tampak dari fisik buah. Mutasi bisa disebabkan oleh stres tanaman, hama penyakit, virus, dan kondisi alam," tegasnya.

Lima buah pohon nangka tersebut merupakan buah yang pertama kali setelah selama 3,5 tahun pohon tersebut dikembangkan di Taman Wisata Mekarsari. Kelima-limanya memiliki kesamaan bentuk atau berbuah tanpa kulit. "Kemungkinan pada bulan ini buah pohon nangka ini sudah bisa dipanen. Ini adalah panen perdana," ujar Catherina W Day, Humas Taman Wisata Mekarsari.

Penemuan Naked Jackfruit ini, menurut Margianasari, berasal dari pohon nangka yang dipelihara oleh H Ikhsan, warga Rawa Bogel, Bekasi Utara. Dari informasi pemiliknya, pihak Mekarsari pada tahun 2004 memperbanyak pohon nangka milik H Ikhsan tersebut dengan metode sambung susu.

Saat ini Taman Wisata Mekarsari telah mengembangkan pohon unik tersebut. "Kurang lebih kami memiliki sekitar 200 bibit pohon nangka hasil perbanyakan. Biasanya yang ingin memiliki bibitnya adalah kolektor tanaman," katanya. Tertarik ingin melihat? Buktikan sendiri di Taman Wisata Mekarsari.


Kristianto Purnomo

Sabtu, 31 Mei 2008

Kawanan Beruang Satroni Rumah Karyawan Perkebunan Teh

Kawanan Beruang Satroni Rumah Karyawan Perkebunan Teh
Sabtu, 31 May 2008 | 21:40 WIB

TEMPO Interaktif, Padang:


Aksi dua ekor beruang hutan setinggi satu meter membuat heboh warga perumahan karyawan PT Perkebunan Nusantara VI Kebun Danau Kembar di Kayu Jao, Kabupaten Solok. Kedua beruang berbulu hitam dengan moncong putih itu menyatroni sejumlah rumah. Mereka masuk ke dapur, menjarah makanan, minum susu, memakan gula dan mengobrak-abrik isi dapur.

Sugiono, karyawan pabrik PT Perkebunan Nusantara VI menceritakan, seekor di antara beruang masuk ke dapurnya pada Jumat (30/5) sore.
"Awalnya saya dan istri mendengar ada suara benda jatuh di dapur, dikira kucing, saat dilihat Rita istri saya, dia langsung menjerit, karena ternyata seekor beruang sedang menjatuhkan kompor gas dan menggulingkan tabung gas," katanya kepada Tempo, Sabtu (31/5).

Beruang itu juga memakan apa saja yang ada di dapur seperti gula aren, minyak goreng, tepung beras, membuka kaleng susu dengan cakarnya dan menjilatnya sampai habis.
Karena istrinya menjerit, tetangga pun berdatangan dan mengusir beruang. Hewan yang dilindungi itu lari ke jurang di belakang rumah Sugiono dengan menjebol atap seng.
"Seminggu ini kami sering melihat dua ekor beruang di jurang, ada juga yang mengatakan telah melihat empat ekor beruang," kata Sugiono.

Sehari sebelumnya, seekor beruang juga masuk ke dapur dua tetangga Sugiono yang letaknya berjauhan.
"Di tempat teman saya beruang itu memakan telur, kopi, nasi, dan menjebol periuk dengan cakarnya serta makan gulai ikan," katanya.

Sugiono mengatakan manajer PT Perkebunan Nusantara VI sudah melaporkan teror beruang itu kepada polisi kehutanan, namun belum ada tindakan.
"Kami amat resah, karena takut kalau jatuh korban, itu kan binatang buas, sebaiknya memang ditangani polisi hutan karena beruang kan binatang yang dilindung," katanya.
Ia menduga habitat beruang itu terganggu oleh penambangan emas yang dilakukan masyarakat secara ilegal di tengah hutan tak jauh dari perkebunan teh.

"Ada masyarakat kampung sebelah cerita, seminggu yang lalu penambang emas di tengah hutan itu juga diganggu, makanan mereka diambil beruang, kemungkinan habitat beruang ini terganggu dengan kehadiran penambang emas yang menggunakan air raksa," kata Sugiono.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya (BKSDA) Sumatera Barat, Indra Arinal yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (31/5) pukul 19.30 WIB mengatakan, telah mengirim 3 orang petugas KSDA ke lokasi untuk menghalau beruang tersebut kembali ke hutan.
"Sudah berangkat sejak kemarin, langkah pertama kita usahakan menghalau, kalau tidak bisa akan dipindahkan ke tempat lain, dan kita sudah siapkan perangkap serta senjata bius, karena beruang ini termasuk hewan yang dilindungi," kata Indra.

Febrianti/Tempo Newsroom

Jumat, 21 Maret 2008

Sistim irigasi Subak perlu dikembangkan ke seluruh Indonesia

22/03/08 10:59

"Subak" di Bali Tetap Eksis



Denpasar (ANTARA News) - Subak, organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian di Bali mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan kehadirannya tetap eksis hingga sekarang.

Organisasi bidang pengairan yang diwarisi secara turun-temurun sejak sepuluh abad silam itu sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada petani yang menjadi anggotanya, kata Dr Ir I Wayan Windia, dosen jurusan sosial ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana di Denpasar, Sabtu.

Ia mengakui, subak dengan berbagai kendala dan kelemahan telah mampu memerankan sebagai suatu sistem irigasi yang berwatak sosiol budaya secara berkesinambungan.

Namun dalam perkembangannya, kini subak menghadapi banyak tantangan, dan mengalami proses marjinalisasi, termasuk semakin tersisihkannya sektor pertanian.

Perkembangan subak di Bali pada tahun 600 telah diketahui adanya kebudayaan pertanian lahan kering (parlak) dan lahan basah/sawah (huma).

Sedangkan tahun 1072 telah ada subak sesuai hasil penelitian Goris pada (1954). Sistem pertanian lahan basah (sawah) sudah ada sebelum abad ke-11.

Subak merupakan lembaga yang mengatur air ke sawah-sawah untuk pertanian, sistem irigasi yang baik, sangat efektif untuk memungut pajak tanah.

Windia menambahkan, subak dalam perkembangannya, semasa Bali dalam naungan Kerajaan Majapahit, tahun 1343, diangkat petugas "sedahan" yang mengkoordinasikan beberapa subak dalam satu wilayah sumber air.

Bagi lahan basah disebut Sedahan Yeh (Sedahan Tembuku atau Sedahan Tukad). Sedangkan untuk lahan kering disebut Sedahan Tegal atau Sedahan Abian. Pada tingkat daerah (wilayah kerajaan) para sedahan dikoordinasikan oleh Sedahan Agung.

Subak memiliki berbagai kearifan (kecerdasan) lokal yang telah diwarisi masyarakat pendukungnya secara turun-temurun.

Kearifan lokal tersebut antara lain memiliki sifat dasar sosio-kultural maupun sosio-religius yang unik dan unggul.

Kearifan lokal dengan berbagai kecerdasan pada organisasi subak merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal dalam organisasi subak berbasis konsepsi Tri Hita Karana dan mendapat apresiasi unirversal terkait dengan kandungan filosofi kosmos, theos, antropos, dan logos, yakni hubungan yang serasi dan harmonis sesama umat manusia, lingkungan dan Tuhan yang Maha Esa.

"Esensi kearifan lokal adalah komitmen yang tinggi terhadap kelestarian alam, rasa religiusitas, subyektivikasi manusia dan konstruksi penalaran yang berempati pada persembahan, harmoni, kebersamaan, dan keseimbangan untuk `jagadhita` (alam raya) berkelanjutan," ujar Wayan Windia.
(*)

COPYRIGHT © 2008

Kamis, 20 Maret 2008

Bantul dan Purbalingga adalah contoh Pemda pro petani

Bantul dan Purbalingga Berupaya Lindungi Petani
Pemkab Bantul Sediakan Dana Rp 3,5 Miliar
Rabu, 19 Maret 2008 | 00:22 WIB

Bantul, Kompas - Hingga saat ini baru Pemerintah Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki kebijakan nyata untuk membela petani.

Kedua kabupaten itu berani membeli komoditas pertanian hasil petani setempat dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang melindungi petani.

Saat ini ketika harga gabah di pasaran turun hingga Rp 1.750 per kg, Pemkab Bantul siap memborong gabah seharga Rp 2.000 per kg sesuai dengan HPP.

Sementara itu, Pemkab Purbalingga melalui Perusahaan Daerah Pusat Pengolahan Hasil Pertanian Utama (Perusda Puspahastama) telah membeli 200 ton gabah petani dan akan kembali ”menyerap” 1.800 ton gabah milik petani Purbalingga.

Direktur Perusda Puspahastama Wachdiono, Selasa (18/3), mengatakan, belum seluruh gabah panen petani diserap karena panen padi di Purbalingga tidak serentak. ”200 ton gabah itu diserap dari enam kelompok tani dari 300 kelompok tani yang ada di Purbalingga. Ini baru sebagian,” kata Wachdiono.

Menurut dia, pihaknya tak hanya menyerap gabah dari kelompok tani, tetapi juga dari pengepul maupun pedagang gabah. Hanya, HPP Rp 2.000 per kg hanya diterapkan bagi gabah milik kelompok tani. Terhadap gabah milik pedagang, digunakan harga pasaran, yaitu lebih rendah dari HPP, Rp 1.700-Rp 1.800 per kg.

”Harga jual beras yang kami produksi akan mencapai Rp 4.500 per kg, sedangkan Bulog, kan, hanya Rp 4.000 kg. Hal itu karena kami menambah biaya produksi untuk mengeringkan gabah petani menggunakan bahan bakar solar, Rp 175 per kg,” katanya.

Sejak digulirkan tahun 2001, Pemkab Bantul secara khusus menyediakan dana Rp 3,5 miliar untuk membeli tujuh komoditas pertanian jika harga jual berada di bawah titik impas.

”Namun, sampai sekarang belum ada petani yang mau menjual padinya ke kami. Mungkin karena masa panen belum mencapai puncaknya. Sebagian petani lebih memilih menjual dalam bentuk beras,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edy Suharyanto, Selasa.

Selain gabah, ada enam komoditas pertanian lain yang harganya dijamin Pemkab Bantul, yakni jagung dengan titik impas Rp 1.300 per kg, kedelai Rp 3.000 per kg, kacang tanah Rp 1.500 per kg, cabai Rp 1.200 per kg, bawang merah Rp 2.000 per kg, dan tembakau Rp 14.000 per kg. Namun, sejak akhir tahun 2007, Pemkab Bantul menghentikan pembelian tembakau dan mengalihkan ke tanaman palawija.

”Paling sulit menjual tembakau karena hanya bisa ke pabrik rokok, atau perokok yang biasa melinting sendiri,” kata Edy.

Bagi petani Bantul, program stabilisasi harga membuat mereka tidak khawatir akan rugi dan tetap semangat bertani.

”Minimal yang saya peroleh adalah harga di titik impas,” kata Sudi, petani di Desa Baturetno, Banguntapan. (PRA/ENY/MDN/GAL)

Keluarga Harmonis, Tekanan Darah pun Rendah


Jumat, 21 Maret 2008 | 00:38 WIB

ANDA mungkin tidak menyangka bahwa kehidupan keluarga yang harmonis bakal mempengaruhi kesehatan Anda secara umum, terutama tekanan darah. Sebuah penelitian di awal hipotesisnya menyebutkan bahwa kehidupan keluarga yang membahagiakan sangat baik bagi tekanan darah. Sebaliknya kehidupan keluarga yang gonjang-ganjing terus menerus justru tidak lebih baik dibanding mereka yang hidupnya sendiri alias singel.

Namun, temuan kedua justru mengejutkan. Dikatakan bahwa orang yang sudah menikah justru cenderung lebih sehat dibanding mereka yang masih singel. Demikian diungkapkan sang periset, Julianne Holt-Lunstad.

Menurut asisten profesor bidang psikologi dari Brigham Young University ini, butuh waktu yang ada lama untuk meneliti lebih lanjut bagaimana kondisinya (kesehatan) dalam jangka waktu lama.

Penelitian yang yang dipublikasikan secara online oleh Annals of Behavioral Medicine, Kamis (20/3), melibatkan sekurangnya 204 pasangan dan 99 singel. Kebanyakan dari mereka adalah orang kulit putih. Tidak jelas, apakah hasilnya bakal sama bila etnik lain yang diteliti, jelas Holt Lunstad.

Para relawan ini memakai alat yang dapat merekam tekanan darah mereka di waktu-waktu tertentu secara acak selama 24 jam. Para peserta yang menikah juga mengisi kuestioner mengenai pengalaman mereka selama menikah.

Dari analisis yang dibuat ditemukan bahwa mereka yang menikah merasa lebih puas dan tekanan darahnya lebih rendah dibanding yang tidak selama 24 jam lebih pemantauan.

Namun demikian, ditemukan juga bahwa pasangan yang merasa tidak puas dengan pernikahannya memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibanding mereka yang singel. Sepanjang siang hari, rata-rata ketinggian mencapai poin lima, nyaris mendekati tanda-tanda bahaya.

"Saya pikir, penelitian ini layak diperhatikan," ujar Karen Matthews, profesor psikiatri, psikologi dan epidemiologi di Universitas Pittsburg. Karena adalah peneliti hubungan antara penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Beberapa penelitian yang menilai risiko tingginya tekanan darah mempelihatkan bahwa kualitas pernikahan justru lebih rentan dibanding status pernikahan itu sendiri, jelas Karen.

Jadi, sangat masuk akal, bahwa kualitas lebih penting dibanding proses pernikahan itu sendiri ketika kita membicarakan soal tekanan darah , tegas Dr. Brian Baker, associate profesor psikiatri di Universitas Toronto.

Source: AP


ABD

Rabu, 27 Februari 2008

Coba Kalau 2000 Pulau Ditanam Sawit, Tidak Akan Tenggelam !!

2000 Pulau Akan Tenggelam pada 2030



Jakarta (ANTARA News) - Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan jika kondisi iklim global masih seperti saat ini maka pada 2030 sebanyak 2.000 dari sekitar 17.000 pulau saat ini di Indonesia akan tenggelam.

Kepala BRKP, Indroyono Susilo di Jakarta, Rabu mengatakan, pemanasan global yang terjadi saat ini telah menimbulkan efek gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan suhu bumi.

"Pemanasan suhu bumi tersebut akan menyebabkan es di kutub utara maupun kutub selatan akan melelah sehingga menambah tingkat permukaan air laut," katanya disela pemaparan rencana World Ocean Converence (WOC) 2009 di Manado Sulawesi Utara.

Pemaparan rencana WOC tersebut dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi selaku ketua panitia dan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara bertaraf internasional itu.

Indroyono memaparkan, pemanasan global dengan efek rumah kacanya yang berlangsung seperti saat ini akan menyebabkan kenaikan suhu bumi sekitar 1 derajat selsius dalam 100 tahun.

Dampak kenaikan suhu bumi tersebut, menurut dia, dalam 100 tahun permukaan laut juga mengalami peningkatan hingga 1 meter karena adanya penambahan air dari lelehan es di kutub utara maupun selatan.

"Dengan kondisi tersebut maka pada 2030 sedikitnya 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam begitu juga dengan kawasan Jakarta Utara," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut bisa diantisipasi dengan melakukan pengurangan emisi gas karbon yang merupakan salah satu faktor pemicu pemanasan global.

Salah satu upaya mengurangi gas karbon tersebut, lanjutnya, yakni dengan pemeliharaan biota laut seperti padang lamun, mangrove atuapun terumbu karang yang memiliki kemampuan menyerap gas karbon diudara hingga 246 juta ton per tahun.

Sementara itu dalam WOC 2009 yang mengambil tema "Ocean and Climate Change" dan "Climate Change Impact to Oceans and The Role of Oceans to Climate Change" itu diharapkan melahirkan "Manado Ocean Declaration" (MOD).

Selain itu juga akan dibentuk World Ocean Forum yang akan melaksanakan rencana aksi MOD maupun memantau perkembangan kesepakatan Manado tersebut.


Anggaran Rp110 Miliar

Sementara itu untuk menyelenggarakan WOC 2009 Pemerintah Daerah Sulut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp110 miliar untuk perbaikan infrastruktur seperti pelebaran jalan, perbaikan bandara, perbaikan jaringan listrik.

Gubernur Sulut, Sinyo H Sarundajang mengatakan, dari dana sebesar itu Rp70 miliar untuk perbaikan infrastruktur diantaranya pelebaran jalan maupun perbaikan jaringan listri, selain itu Rp40 miliar untuk pengembangan bandara.

Pemda Sulut, tambahnya, juga menggandeng swasta untuk pembangunan Convention Hall yang berkapasitas 3000 orang yang dilengkapai 250 kamar berbintang untuk menampung para peserta, dua gedung pertemuan serta kompleks pameran pembangunan dan budaya dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar.

"Kami optimis pelaksanaan WOC ini mampu meningkatkan gairah ekonomi mapun menarik wisatawan ke Sulut baik sebelum maupun saat berlangsungnya WOC," kata Sarundajang yang juga Wakil Ketua Panitia WOC 2009.(*)

Sabtu, 23 Februari 2008

Listrik Dari Nuklir Tidak Masalah Asal Aman dan Profesional. Rakyat Butuh Listrik dan Pasti Bisa Merawat PLTN. Melarang PLTN adalah Pembodohan Rakyat.

ENERGI
Pemerintah Didesak Batalkan PLTN Muria
Minggu, 24 Februari 2008 | 02:18 WIB

Jakarta, Kompas - Di tengah kontroversi mengenai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN di Semenanjung Muria, Masyarakat Peduli Bahaya PLTN mendesak pemerintah membatalkan segala upaya untuk membangun PLTN fisi di Semenanjung Muria.

Desakan itu termuat dalam pernyataan sikap yang ditandatangani 28 akademisi dari berbagai bidang ilmu, didukung sekitar 200 peserta yang hadir dalam pertemuan di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, Sabtu (23/2), tentang rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria.

Pernyataan tersebut merupakan puncak dari proses yang berlangsung sejak tahun 2007 dengan tujuh kali forum diskusi yang melibatkan berbagai kalangan. Proses itu merupakan tanggapan atas skenario rencana pembangunan PLTN yang sudah dirancang oleh pemerintah.

Sejak 2004 pemerintah menghidupkan lagi rencana pembangunan PLTN fisi (pembelahan inti-inti atom) di Semenanjung Muria. Rencana itu sudah ada sejak 1974, tetapi diambangkan hingga tahun 1996, menyusul protes keras dari masyarakat.

Pemerintah kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2006 yang menetapkan Kontribusi Sumber-sumber Energi Alternatif minimal 5 persen, termasuk energi nuklir, disusul PP No 43/2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir.

Padahal, dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim yang berlangsung Desember 2007 di Bali telah ditetapkan bahwa nuklir tak termasuk dalam energi alternatif yang dapat mengurangi emisi karbon dioksida di atmosfer.

Dalam diskusi itu muncul berbagai pendapat yang antara lain menyatakan, persoalan PLTN bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, terutama pertimbangan nilai etis.

Profesor Sastrapratedja dari STF Driyarkara mengatakan, ”Kemampuan manusia menciptakan teknologi tidak selalu otomatis sepadan dengan kemampuan mengendalikan.” Ada faktor budaya dan psikologis yang belum mendapat perhatian penuh. Teknologi memiliki mekanismenya sendiri dan dapat menyebabkan dampak yang tidak dikehendaki, seperti limbah nuklir.

”Karena punya akibat luas, perlu pertimbangan etika yang lebih luas dari etika tradisional,” ujarnya.

Ia mengingatkan, segala tindakan harus dipertimbangkan agar berkesesuaian dengan kelangsungan manusia. Artinya, generasi yang akan datang punya hak yang sama untuk hidup layak dalam lingkungan alam yang bebas pencemaran.

Heru Nugroho dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengingatkan kuatnya politik pencitraan di balik rencana pembangunan PLTN. ”Siapa yang paling membutuhkan energi nuklir? Pebisnis? Korporasi multinasional yang menyubsidi nuklir? Pemerintah? Birokrat? Komprador? atau rakyat?” ujarnya.

Terkait dengan politik pencitraan, anggota DPR dari Fraksi PDI-P, Sonny Keraf, mengatakan, sikap keras mengegolkan PLTN bagi banyak pihak dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi Amerika Serikat, khususnya menyangkut isu nuklir di Iran.

Ia mengatakan, sosialisasi oleh pemerintah selama ini hanya pada penyampaian hal positif, tetapi dampaknya tidak disampaikan. ”Banyak negara maju yang sudah meninggalkan pembangkit tenaga nuklir karena dinilai tidak aman,” tambahnya. Ia mencontohkan Jerman dan negara Skandinavia yang lebih maju memilih energi alternatif, seperti energi surya dan angin. Indonesia juga memiliki sumber energi alternatif berlimpah, seperti angin, matahari, dan gelombang. Forum itu menilai selama ini pemerintah tidak memiliki kehendak kuat untuk mengembangkan energi alternatif yang aman dan ramah lingkungan. (MH/isw)

Kamis, 21 Februari 2008

Bagaimanapun Bali Memang Indah

Kepariwisataan
Wayan Tegag dalam Gemuruh Wisata Bali
KOMPAS/AHMAD ARIF / Kompas Images
Petani di Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, kini dikepung vila-vila mewah yang dibangun di atas sawah bekas milik mereka, Kamis (7/2).
Jumat, 22 Februari 2008 | 02:28 WIB

Sawah-sawah subur yang banyak digambarkan dalam kartu pos tentang citra Bali masa silam itu kini menjelma vila-vila mewah. Kemewahannya menutupi kehidupan petani yang tergusur ke sudut-sudut gelap.

Siang itu sangat terik. I Wayan Tegag (75) dan istrinya, petani di Banjar Umu Sari, Kecamatan Kuta, Bali, tengah menyabit rumput. ”Tanah untuk vila itu dulu milik kami, tapi kami jual,” kata Wayan Tegag, yang biasa dipanggil Rano, sambil menunjuk vila tepat di hadapannya.

”Pemiliknya orang asing, entah dari mana,” tambahnya. Sawah miliknya, seluas 20 are (satu are 100 meter), ia jual awal 1990-an ketika hampir semua wilayah Kerobokan masih berupa sawah. ”Waktu itu sawah saya dihargai Rp 10 juta per are. Sangat tinggi untuk harga saat itu,” katanya.

Tegag pun tergiur. Apalagi, sejak dulu, dia memang ingin punya rumah tembok. ”Tanah itu saya lepas, lalu saya membangun rumah dan membeli sapi,” kisahnya.

Beberapa tahun kemudian, Tegag baru sadar bahwa kawasan itu tengah dikembangkan menjadi kawasan vila dan perumahan eksklusif. Di atas bekas sawah Tegag kini berdiri vila megah berlantai tiga. Harga tanah di sana pun meningkat berlipat-lipat hingga Rp 100 juta-Rp 300 juta per are.

Kini, penyesalan Tegag juga berlipat-lipat. Dia menyesal, mengapa dulu mau menjual tanah warisan. ”Makelar tanah yang dulu membujuk menjual tanah pasti dapat untung besar,” kata dia.

Untuk menopang hidup, saat ini dia nandu (mengerjakan sawah orang lain), dengan pendapatan dibagi tiga; satu bagian untuk pemilik sawah dan sisanya untuk Rano. Dia masih harus mengeluarkan biaya untuk membayar dua karyawan, masing-masing Rp 20.000 per hari, serta biaya pemupukan sebesar Rp 400.000. Padahal, setiap panen, sawah garapannya hanya menghasilkan Rp 2 juta. Hasil panen itu hanya pas-pasan untuk membiayai kehidupan Tegag, istri, dan dua anaknya.

Di usia senja, Tegag memang masih menjadi tulang punggung keluarga. Dua anaknya, keduanya laki-laki berusia pertengahan 30-an, hingga kini masih menganggur. Anak pertamanya yang lulusan SMA mencoba melamar jadi pelayan di vila-vila di sekitar Kerobokan. Tetapi, ternyata tidak semudah itu mencari kerja di tanah sendiri.

Sebagian besar karyawan vila berasal dari daerah lain, seperti Jakarta atau daerah-daerah di Jawa. ”Anak saya enggak diterima kerja di vila. Kata mereka, usianya sudah terlalu tua dan dia dianggap enggak punya kemampuan,” ujar Tegag.

Menuju kehancuran

Normal saja mendengar sorak gembira menyaksikan laju industri pariwisata Pulau Seribu Pura itu. Juga fenomena terkini model kepariwisataan di Tanah Air, khususnya Bali dan Lombok, yang kian mengglobal terkait kehadiran investor asing yang ”membeli” dan menjadi ”pemilik” tempat-tempat pelesiran tersebut.

Hanya saja, kemajuan yang digapai itu tetap saja menyisakan kecemasan. Bahkan, dalam kasus pariwisata Bali, berbagai pihak berani melukiskan bahwa derap perekonomian Pulau Dewata yang bertopang pada dunia kepariwisataan itu kini sedang menuju ke kehancuran.

Wayan Windia, pakar subak (sistem irigasi tradisional di Bali) dari Universitas Udayana, mengingatkan bahwa landasan utama pengembangan pariwisata Bali adalah pertanian. Sementara pertanian itu sendiri yang didominasi persawahan pasti bersentuhan dengan sistem subak. Alasannya karena seluruh aktivitas persawahan di Bali dikelola oleh sebuah sistem bernama subak.

”Napas subak itu sangat ditentukan oleh keberadaan lahan dan air. Kehadiran pariwisata di sisi lain ternyata terus menggerogoti lahan petani serta kandungan air yang dimiliki. Ini semua merupakan ancaman serius, yang pada saatnya akan menghancurkan pariwisata sekaligus perekonomian Bali,” tuturnya.

Kecemasan senada disuarakan Ketut Suardika (36), Wayan Suada (56), dan sejumlah petani lain di lingkungan Subak Deloh Tunduh, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar. ”Karena itu, kami bersepakat untuk tetap menutup kawasan subak di lingkungan Deloh Tunduh dari akses jalan raya. Ada banyak contoh kalau jalan raya sudah masuk, areal subak langsung terancam,” tutur Suardika, koordinator subak itu.

Alhasil, semua pihak diingatkan untuk tidak cepat bergembira menyaksikan geliat pariwisata Bali sebagai kesuksesan gemilang. Geliat itu sesungguhnya berjalan seiring langkah negatif yang terus menggerogoti pertanian sebagai landasan utama pariwisata Bali. Lihatlah I Wayan Tegag yang terlempar ke sudut gelap di balik sukses itu.... (ANS/BEN/AIK/IRN)