Senin, 04 Februari 2008

Ulang Tahun Yang Bikin Sengsara dan Memalukan: Banjir Tol Bandara Sukarno Hatta


Senin, 4 Februari 2008 | 01:55 WIB

R ADHI KUSUMAPUTRA

Bagaimana jadinya jika sebuah bandara internasional tiba-tiba lumpuh total? Itulah yang terjadi pada Bandara Soekarno-Hatta. Tidak terhitung jumlah orang yang tersiksa dan telantar.

Sejak hari Jumat (1/2) lalu, jadwal penerbangan di Terminal 1 dan 2 bandara tersebut kacau-balau. Pertama, bandara ini ditutup selama lima jam akibat landasan pacu tergenang air dan jarak pandang di bawah 300 meter, sedangkan normalnya 600 meter. Penutupan ini dampaknya terasa sampai hari Sabtu dan Minggu. Banyak calon penumpang dengan berbagai tujuan telantar dan marah-marah.

Kedua, akses Jalan Tol Sedyatmo yang menuju bandara itu terputus akibat terendam banjir antara Km 24 dan Km 27 dengan ketinggian 70-160 sentimeter (cm).

Situasi ini berakibat pada pengalihan lalu lintas menuju bandara melalui Kota Tangerang. Mereka yang akan terbang pun terjebak macet berjam-jam di dalam Kota Tangerang.

Pada hari Sabtu kota itu tiba-tiba sesak. Karena akses Jalan Tol Sedyatmo belum normal, mereka yang baru mendarat di bandara pun mau tak mau harus lewat pintu belakang dan melalui jalan di dalam Kota Tangerang. Betapa ruwet, sesak, dan semrawutnya semua jalan di Kota Tangerang, terutama yang berakses ke bandara. Sementara rambu-rambu yang diharapkan dapat membimbing pengguna jalan tidak memadai di persimpangan-persimpangan jalan. Singkatnya, banyak orang yang tersesat.

Di bandara ini banyak orang marah. Sebagian mereka bisa memahami kekacauan ini akibat cuaca buruk dan kondisi alam, tetapi mereka tak bisa paham mengapa maskapai penerbangan seolah ”mengambil kesempatan dalam kesempitan”. Uang tiket calon penumpang dinyatakan hangus, dipotong, dan pada intinya merugikan konsumen.

Berulang kali terjadi ”keributan” di kantor-kantor maskapai penerbangan di Terminal 1 ataupun Terminal 2. Kata-kata kasar pun acap terdengar, bahkan dengan nuansa ancam-mengancam.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Guntur Setyanto mengerahkan anggotanya pada siang dan malam untuk mengamankan bandara, mengantisipasi meluasnya kekacauan. Bala bantuan dari Polda Metro Jaya pun diturunkan.

Gagal

Pebisnis asal Mesir, Rushdi Mohammed, juga marah karena tak jadi berangkat sehingga transaksi bisnisnya dengan pengusaha CPO di Bengkulu batal. Hilanglah kesempatan bisnis bernilai 20.000 dollar AS pada hari itu. Dewi Aryani, karyawati yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, bersama teman-temannya kehilangan kesempatan menyaksikan ”sunset” di Pantai Kuta, Bali, akibat pesawat terlambat terbang.

Eddy Aprianto, pegawai negeri sipil Pemerintah Kota Sukabumi jengkel karena tak bisa menghadiri pemakaman orangtuanya di Bengkulu. Padahal, ia sudah berangkat sejak pagi dari Sukabumi, kemudian naik taksi dari Bogor ke Bandara menghabiskan Rp 300.000-an agar mengejar waktu check-in, tetapi akhirnya malah telantar berjam-jam di bandara. Bagaimana Eddy tidak mengamuk ketika setiba di bandara, ia mendapat jawaban tiketnya sudah hangus.

Sebanyak 51 mahasiswi Akademi Kebidanan Gorontalo yang baru mengikuti studi banding di RSAB Harapan Kita, Jakarta, telantar seharian di bandara pada hari Sabtu hanya karena terjebak macet berjam-jam dalam perjalanan menuju bandara.

Mereka sudah berangkat sejak pukul 01.30, tetapi karena bus yang ditumpangi berputar-putar, sempat ke Jalan Tol Sedyatmo, ”dilempar” ke Tangerang, sampai akhirnya tiba di bandara pukul 09.05. Sementara pesawat mereka lepas landas pukul 09.00! Sang dosen sempat pingsan setelah adu mulut dengan pihak maskapai penerbangan.

Cerita-cerita semacam ini terus mengalir tanpa ada yang dapat memberi solusi. Mereka sudah menunggu berjam-jam di bandara tanpa diberi kompensasi makan atau minum.

Administrator Bandara Internasional Soekarno-Hatta Herry Bakti menyebutkan, sudah ada kesepakatan antardireksi maskapai penerbangan bahwa tidak akan ada penghangusan ataupun pemotongan uang tiket. Namun, implementasi di lapangan tidaklah demikian.

Selama akses Jalan Tol Sedyatmo direndam banjir, selama itu pulalah jadwal penerbangan tidak teratur. Saat ini bandara sudah siap, tetapi bagaimana dengan pilot, kopilot, pramugara, pramugari, dan para penumpang yang terjebak macet di jalan menuju bandara?

Kisruhnya bandara bisa jadi mencerminkan wajah negeri ini, bangsa ini. Banyak persoalan yang penyelesaiannya tidak pernah tuntas, seolah dibiarkan.

Jumat, 01 Februari 2008

PDRKN-ITS Jangan Hanya Jadi Pajangan, Tetapi Harus Bermanfaat Untuk Industri Perkapalan Nasional

Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional Diresmikan


Surabaya (ANTARA News) - Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris, pada Selasa meresmikan Gedung Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN) di Taman Teknologi, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang terletak di Sukolilo, Jatim.

Gedung PDRKN atau National Ship Design and Engineering Center (NaSDEC) yang diresmikan itu menempati lahan sekitar 2.200 meter, sedangkan pembangunan dan pengadaan perangkat keras (hardware) serta perangkat lunak (software) pendukung menelan biaya sekitar tujuh miliar rupiah.

Hadir dalam peresmian itu diantaranya pejabat di lingkungan Departemen Perindustrian, pengusaha galangan kapal dan pelayaran nasional serta pejabat dari Departemen Perhubungan dan Departemen Kelautan dan Perikanan.

PDRKN merupakan lembaga baru yang didirikan atas kerjasama antara Departemen Perindustrian dan ITS Surabaya. Pendirian lembaga itu sudah dimulai sejak 2004 hingga 2005.

Pendirian PDRKN direalisasikan menyusul terbitnya Inpres Nomor 5Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran nasional yang mengamanatkan kepada Departemen Perindustrian untuk mengembangkan pusat-pusat desain, penelitian dan pengembangan industri kapal.

Industri Strategis

Menperin mengemukakan, industri galangan kapal merupakan salah satu industri strategis dan industri masa depan yang penting untuk dikembangkan sebagai penyedia sarana transportasi dan sarana kerja pertambangan, perikanan, pariwisata serta penyedia alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Menurut dia, pengembangan industri kapal di dalam negeri sendiri untuk memanfaatkan potensi pasar dalam maupun luar negeri yang cukup besar.

Bahkan, dengan diterapkannya aza "cabotage" sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2005 diperkirakan berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan angkutan laut dalam negeri sekitar 44 persen dari kondisi 2004.

Sementara itu, kenaikan Bahan bakar Minyak industri yang cukup besar juga telah mendorong perusahaan pelayaran untuk menggunakan kapal-kapal baru dengan desain yang lebih hemat bahan bakar.

Pangsa pasar kapal dunia juga sangat besar, khususnya sejak diberlakukannya peraturan baru keamanan pelayaran Safety of Life at Sea (SOLAS) dari International Maritime Organization (IMO) yang menetapkan agar kapal tangker menggunakan konstruksi lambung ganda (double hull) maupun regulasi Common Structural Rules (CSR) dari International of Classification Societies (IACS).

Di dalam negeri, kata Menperind, saat ini ada sekitar 250 perusahaan galangan kapal yang telah menanamkan investasi sekitar satu miliar dolar AS dengan kapasitas terpasang sekitar 500.000 DWT per tahun untuk pembangunan kapal baru dan 6.000.000 DWT per tahun untuk reparasi kapal (docking repair).

Namun demikian, pengembangan potensi industri galangan kapal di dalam negeri saat ini masih jauh dari yan diharapkan sehingga dibutuhkan peningkatan koordinasi, sinkronisasi dan sinergi program pengembangan industri perkapalan diperlukan PDRKN.(*)

Banjir Jakarta Yang Merayakan Ulang Tahun !!!

Banjir di Jakarta Genangi 114 Lokasi
Kristianto Purnomo
Lalu lintas kendaraan bermotor macet total akibat banjir setinggi pinggang orang dewasa yang memutuskan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (1/2). Hujan deras yang berlangsung sepanjang siang mengakibatkan banjir melanda beberapa wilayah di Jakarta
Jumat, 1 Februari 2008 | 16:17 WIB

JAKARTA, JUMAT – Hanya dalam waktu dua jam, jumlah lokasi banjir di Jakarta bertambah sehingga menjadi lebih dari seratus titik. Dalam laporan Satkorlak Penanggulangan Banjir Pemerintah Provinsi Jakarta, Jumat (1/2), jumlah lokasi banjir pukul 14.00 mencapai 114 lokasi. Padahal, pukul 12.00, jumlah tersebut sekira 70 lokasi.

Dalam laporan yang ditandatangani Kepala Subdis Kesiagaan BL Bobby Aryono tersebut, genangan air paling tinggi terdapat di Kecamatan Petamburan, Jakarta Pusat. Di depan kantor Kelurahan Petamburan dan RW.03/RW.04-09, air mencapai satu meter. Sementara itu, genangan air di Tanah Abang mencapai 80 cm.

Banjir di Jakarta Pusat juga terjadi di Kelurahan Serdang dan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran. Di Serdang, ketinggian air mulai 20 cm hingga 70 cm. Adapun Cempaka Baru tergenang air bah hingga satu meter. Pemerintah sudah menyediakan tempat penampungan di Kantor Kelurahan Kemayoran dan SMK 54 di RW.01, Serdang.

Jakarta Utara juga tak luput dari genangan setinggi 5-60 cm. Daerah yang tergenang itu di Jalan SMP 122 dan Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan. Kecamatan Koja, Cilincing, Pademangan, dan Kelapa Gading juga termasuk di dalamnya.

Di Jakarta Barat, air setinggi 5-55 cm menggenang di Kecamatan Kebon Jeruk, Kalideres, Cengkareng, Palmerah, dan Grogol Petamburan. Sementara itu, air sedalam 20-40 cm di Jakarta Selatan, tepatnya di Kecamatan Kebayoran Baru, Petogogan, dan Gunung. Adapun Kecamatan Ciracas dan Rambutan, Jakarta Timur, genangan mencapai 10-60 cm.

Di Jakarta Timur, Jalan Pramuka yang menuju ke Pulo Gadung dan arah sebaliknya genangan air mencapai kira-kira 15 cm. Walaupun demikian, sampai saat ini kendaraan roda empat maupun roda dua masih terlihat menggunakan jalan tersebut. Menurut petugas lalu lintas Suprapto, genangan air terjadi sampai Jl. Ahmad Yani.(BOB/LHW/DIV)

Rabu, 30 Januari 2008

Keindahan Fotografi Perkenalkan Islam Kepada Barat

Keindahan Fotografi Perkenalkan Islam Kepada Barat Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 31 Januari 2008

Fotografer kelas dunia yang juga pemilik ‘Peter Sanders Photography Library’ mengatakan, fotografi telah mengenalkan Islam kepada Barat

ImageHidayatullah.com--Peter Sanders, fotografer kelas dunia yang juga pemilik Peter Sanders Photography Library menyatakan bahwa masyarakat Barat banyak yang tak tahu dan tak mengenal Islam secara benar sebelum ini.

“Mereka hanya tahu ada satu agama, yaitu Kristen,” katanya seperti dikutip harian Al-Watan edisi Selasa, 20 Muharram 1429 Hijriyah atau 29 januari hari kemarin.

Peristiwa 11 September telah membawa masyarakat Barat ingin mengetahui Islam yang sebenarnya. Menurut Sanders, masyarakat Eropa dan Barat pada umumnya akan sangat terkesan dan terpesona dengan hasil kesenian atau fotografi yang dihasilkannya.

Menurutnya, hasil fotografi yang indah akan lebih cepat memperkenalkan Islam kepada masyarakat Barat.

Fotografer professional kenamaan asal Inggris yang karya fotografinya telah menghiasi sejumlah pameran di seluruh dunia ini telah menyatakan diri masuk Islam dan telah menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1428 Hijhriyah baru lalu. Hal ini diungkapkannya pada sebuah acara workshop remaja di Jeddah Arab Saudi hari Senin, 28 januari kemarin.

ImagePeter Sanders tertarik dengan Islam diawali kasus buku karya Salman Rushdie yang berjudul The Satanic Verses yang banyak menghujat Islam akhir tahun 1980-an. Ia penasaran lantas melihat Islam yang sebenarnya dengan mengembara ke India selama enam bulan. Kemudian ia berkesempatan ke Arab Saudi.

Ketika ia kembali ke London, ia mendapatkan sejumlah temannya telah masuk Islam. Ia kemudian tergerak untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia mengalamai puasa Ramadhan pertama di Maroko. Tahun lalu ia berhasil menunaikan ibadah haji sambil mengabadikan peristiwa penting itu melalui ‘keajaiban’ kameranya.

ImageDi sebuah Koran nasional beberapa tahun lalu, Sanders membuka rahasia mengapa ia memilih Islam. “Tuhanlah yang memilihkan untuk saya,” katanya.

Hingga kini, pria berusia 61 tahun ini telah berkeliling secara nonstop ke 40 negara Islam yang berbeda. Meski telah berusia senja, ia tak merasa kering dengan pekerjaanya. Islam, katanya, telah memberi ruh pada pekerjaannya. Dan Islam juga telah mengilhaminya sebuah jalan baru. [ifh/rep/www.hidayatullah.com]

Share this article
Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Netvouz!Ma.gnolia!Tailrank!

Pak Harto Menembus Tabir Rahasia


Jakarta (ANTARA News) - Setelah hampir 87 tahun melakoni irama kehidupan di dunia fana ini, akhirnya Pak Harto menembus tabir rahasia untuk memasuki ranah perjalanan abadi yang kelak akan dialami semua manusia di muka bumi ini.

Presiden kedua RI ini mengalami prosesi pemakaman amat fenomenal sejak berpulangnya Minggu (27/1-2008) hingga dimasukkan ke liang lahat di Astana Giribangun, Solo, Senin (28/1), serta menyita perhatian dan enerji cukup banyak dan menguras air mata secara amat dramatis.

Walau banyak yang mencela masa lalunya, namun jutaan manusia yang mengikuti prosesi pemakaman melalui televisi nasional, yang sebagian di antaranya juga diwawancarai, dengan tulus mendoakan semoga Pak Harto diterima Allah SWT di sisi-Nya dan dimaafkan kesalahannya semasa hidup.

Kematian Pak Harto sebenarnya sama dengan kematian manusia lain, yaitu lepasnya roh dari jasad. Hakekat berpulangnya pemimpin Orde Baru itu sama dengan kematian orang yang dimutilasi, pengemudi yang jatuh dari area parkir gedung tinggi, akibat sakit flu burung, demam berdarah dan ribuan penyebab lainnya.

Karena lakon irama kehidupan yang teranyam pada diri dan pribadi Pak Harto selama ini amat fantastis, menyebabkan sakit dan matinya begitu fenomenal, bahkan kisahnya menjadi berita dunia berkepanjangan di berbagai media massa.

"Kullu nafsin dzaaiqaatul maut. Qolu, inna lillahi wa inna ilaihi roji`un". Semua ciptaan Allah akan hancur ke bentuk zat asalnya, sesuai dengan janji Yang Maha Pencipta dan Pembasmi.

Kematian semua manusia di muka bumi ini sudah dipastikan dan jadwalnya terukir dalam buku agenda malaikat. Namun kematian itu menyimpan rahasia amat dalam bahkan Nabi Muhammad SAW pun diberi pengetahuan amat sedikit tentang masalah mati itu.

"Dan apabila mereka bertanya padamu (Muhammad) tentang ruh, katakanlah : Ruh itu urusan Tuhanku dan kamu tidaklah diberi pengetahuan kecuali sedikit." (Al-Qur`an, Surat Al Isra` ayat 85).

Batas rahasia hidup dan mati itu begitu misterius, tidak dapat dianalisis dengan akal pikiran yang bagaimana pun hebat dan tinggi intelejensianya.

Kepergian ke alam baka memang tidak ada yang mengetahuinya. Karena kematian itu berupa `Sir Allah` (rahasia Allah), yang bagi kalangan sufi mengatakannya dengan maut, yaitu keluarnya ruh dari tubuh.

Ahli tasawuf Muhammad Mahmoud dalam bukunya Ra`aitullah (Aku Melihat Allah) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abubakar Basymeleh dan Ibrahim Mansur menjadi Melihat Allah (1984) menuturkan dengan amat spesifik tentang rahasia Allah itu.


"Sir" tersembunyi

Allah berseru kepada hamba-Nya (hal 78): "Hei Hamba! Sirmu yang tersembunyi itu berkekuatan melebihi kekuatan bumi dan langit. Sirmu dapat memandang tanpa biji mata, mendengar tanpa daun telinga. Sirmu tidak bertempat tinggal di dalam rumah dan tidak makan buah-buahan. Sirmu tidak mengenal malam dan tidak mengembara di siang hari."

Sir manusia tidak diketahui oleh akal dan pikiran dan tidak pula berhubungan dengan hukum sebab akibat. Sir manusia hidup dalam abad demi abad, sedang jasadnya hidup dalam waktu yang ditentukan.

"Aku berada di belakang sirmu. Pengetahuan tidak mengetahui Aku dan isyarat-isyarat tidak sampai menyaksikan Aku. Bila engkau meyakini tentang sirmu, engkau bukan lagi engkau, sedang engkau-engkau itu adalah tetap engkau engkau daripada-Ku. Segala sesuatu di alam wujud ini kemudian datangnya darimu," demikain sabda Allah kepada hamba-Nya.

Sebanyak 42 dokter spesialis yang merawat Pak Harto,--yang sudah berpengalaman puluhan tahun dan menuntut ilmu hingga ke negeri seberang,--tidak mampu memblokir batas rahasia itu.

Mereka juga tidak mampu mengikat maut agar tidak mendekat kepada orang terhormat itu. Mereka hanya mampu merawatnya selama dua minggu dan Minggu (27/1) pukul 13.10 WIB Pak Harto melewati tabir rahasia itu.

Pak Harto kini sudah menempati kuburnya, tempat transit pertama roh sebelum menuju akhirat, karena alam kubur adalah tempat menginap sebelum hari kebangkitan. Kubur dan rumah adalah dua kata yang berbeda, tapi fungsinya sama. Rumah tempat tinggal, kubur pun demikian.

Jenderal besar yang dijuluki "The Smiling General" itu sudah memasuki tidur panjang yang identik dengan perjalanan abadinya, sebagai kontras dengan perjalanan dan tidur sesaat putra putrinya serta manusia di muka bumi ini.

"Tidur adalah saudara mati," kata Bey Arifin (Hidup Sesudah Mati, 1994 yang mengutip Az-Zumar, 42) yang berbunyi, "Allah mewafatkan jiwa ketika matinya dan jiwa yang tidak mati dalam tidurnya. Lalu ia tahan jiwa yang Ia tetapkan mati atasnya dan Ia lepaskan yang lain ke dalam tubuhnya hingga suatu masa yang ditentukan (umur atau ajal). Peristiwa yang demikian bukti bagi kaum yang berfikir."

Bey Arifin melukiskan persamaan antara orang tidur dan yang mati, yang tidur dihidupkan kembali (bangun tidur) sedang yang mati pun dihidupkan kembali di alam abadi untuk menjalani perhisaban dan pembalasan akan kebaikan (hak) dan kejahatan (bathil) yang dilakukan semasa bangunnya.

Orang yang sudah ditidurkan selama-lamanya itu pun, berdasar ayat kitab suci, disebutkan seakan-akan bangun tidur ketika tiba di alam akhirat.

Seorang pria luka yang sudah dinyatakan mati dalam perang Vietnam mengatakan ia merasakan perasaan lega luar biasa. "Tidak ada lagi rasa sakit dan aku tak pernah merasa begitu santai. Aku merasa tenteram dan semua begitu indah," kata pria itu senada dengan ratusan orang mati suri seperti direkam dalam "Life After Life" karangan Raymond A. Moody Jr. MD, 1979.

Namun H. Husen Usman Kambayang dalam "Menuju Perjalanan Abadi" (2004) menyitir Kanzul Akhbar menuliskan, "Pada waktu ajal sudah dekat, apabila orang mukmin, maka Jibril mengembangkan sayapnya yang kanan sehingga ia melihat tempatnya di surga dan ia memperhatikannya terus menerus hingga ia tidak lagi melihat yang lain sekalipun ayah, ibu, atau anak dan kerabatnya."

"Sebaliknya, apabila yang meninggal itu orang kafir dan durhaka, maka malaikat Jibril mengembangkan sayapnya yang kiri, sehingga ia melihat tempatnya di neraka Jahannam dan terus memperhatikannya karena ketakutan dan ia tidak melihat ke arah lain walaupun ke arah ayah, ibu, anak atau kerabatnya."

Kematian itu misterius dan amat rahasia. Setiap orang baru mengetahui rahasia itu setelah ia menembusnya saat ajal tiba. Pak Harto sudah berpulang dan ia sudah menembus tabir rahasia itu. Ia kini melakoni perjalanan abadi yang entah di mana batasnya. Selamat jalan Pak Harto. (*)

Selasa, 29 Januari 2008

Resep Cairan Pencerna Kantung Semar


Tatsuro Hamada/Ishikawa Prefectural University
Kantung semar (Nephentes alata).
Artikel Terkait:
Selasa, 29 Januari 2008 | 15:12 WIB

TOKYO, SELASA - Kantung semar (Nephentes alata) mungkin salah satu di antara tumbuh-tumbuhan ganjil yang memangsa serangga. Saat seekor lalat masuk, katup di kantungnya langsung menutup dalam sekejab dan cairan lengket di dalamnya segera menjerat mangsanya itu sampai mati.

Cairan di dalam kantungnya memang memiliki fungsi yang sama dengan enzim pencerna dan telah diteliti setidaknya dalam seabad terakhir. Komposisi seluruh zat kimia yang menyusunnya masih terus dipelajari dan menyimpan misteri sains hingga kini.

Baru-baru ini, dua ilmuwan Jepang, Tatsuro Hamada dan Naoya Hatano, dari Ishikawa Prefectural University, untuk pertama kalinya, berhasil memetakan seluruh kode DNA cairan tersebut. Mereka berhasil mengisolasi setiap protein dan membandingkan deret DNA dengan daftar protein yang sudah dikenal.

Dari hasil pemetaan ini terungkap bahwa cairan pencerna kantung semar tersusun dari tujun jenis protein. Tiga jenis protein di antaranya hanya ditemukan pada tumbuh-tumbuhan ini. Salah satunya merupakan protein yang menghasilkan enzim antibakteri sehingga mangsanya tidak busuk selama proses pencernaan yang panjang. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Journal of Proteome Research edisi terbaru.

Kantung semar memangsa serangga untuk mendapatkan nitrogen dan fosfor. Tumbuh-tumbuhan umumnya memeroleh pasokan nutrisi tersebut dari dalam tanah melalui akar. Jadi, wajar kalau akntung semar dapat hidup di tanah yang tidak terlalu subur.

Penelitian pada kantung semar tidak hanya akan mengungkap resep cairan pencernanya. Enzim antibakteri yang diproduksi salah satu proteinnya mungkin berkhasiat untuk pengobatan berbagai penyakit.(PHYSORG)

Senin, 28 Januari 2008

Pengoperasian Kabel Listrik Bawah Laut Kepulauan Seribu Tertunda

Pengoperasian Kabel Listrik Bawah Laut Kepulauan Seribu Tertunda


Jakarta (ANTARA News) - Pengoperasian kabel listrik bawah laut di Kepulauan Seribu, yang rencananya akan dilakukan pada akhir Januari 2008, ditunda hingga pertengahan Februari akibat masalah teknis.

Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin, mengatakan rencana pengoperasian listrik tertunda menyusul rusaknya kabel bawah laut sepanjang enam kilo meter dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa.

"Dinas Pertambangan dan PLN yang menyelidiki. Untuk kerusakan diserahkan kontraktor karena mereka yang bertanggungjawab," ujarnya

Menurut Bupati Kepulauan Seribu Joko Ramadhan, terhambatnya pengoperasian listrik di Pulau Seribu akibat kerusakan kabel bawah laut. Dari tiga kabel yang ada, satu di antaranya dinyatakan mengalami kerusakan. Bahkan, dari ujicoba, terjadi kekurangan arus.

Perbaikan kabel bawah laut tersebut murni tanggungjawab kontraktor mengingat belum ada serah terima. Seandainya sudah diserahkan pun, PLN yang bertanggungjawab.

Disinggung apakah mengelupasnya kabel akan membahayakan nelayan, menurut Djoko, hal itu tidak terjadi. Sebab, sebagaimana kabel bawah laut lainnya memiliki pelindung luar yang sangat kuat.

Sebelumnya, kabel bawah laut mulai dibangun sejak awal 2007 sepanjang 43 kilometer yang berawal dari Teluk Naga di Pulau Untung Jawa melalui Pulau Lancang hingga Pulau Tidung dengan aliran listriknya berasal dari gardu induk milik PLN di Tanjung Pasir.

Jalur kabel bawah laut itu dimulai dari gardu induk di Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Pancang, Pulau Payung dan berakhir di Pulau Tidung.

"Adanya listrik 24 jam di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan tersebut akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena selama ini aliran listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel hanya beroperasi sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB lebih dari itu tidak ada listrik," kata Djoko.

Dengan kondisi itu, menurut Djoko, maka warga sulit mengembangkan industri kecil padahal di kawasan itu potensi hasil laut cukup banyak dari mulai kepiting, ikan teri hingga jenis ikan laut lainnya.

"Warga sulit melakukan diversifikasi produk sehingga yang dijual hanya bahan mentahnya, sulit membuat produk olahan, sehingga banyak produk dari Kepulauan Seribu yang dikemas oleh pihak lain dengan lebih baik," tegasnya.

Sejumlah pulau di kawasan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang akan mendapat aliran listrik adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Pancang, Pulau Payung dan Pulau Tidung.

"Pada 2008 kabel listrik bawah laut itu akan dikembangkan ke Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan akan mengaliri Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Panjang. Pulau Panjang sendiri nantinya akan ada pelabuhan udara," paparnya.

Investasi pembangunan kabel bawah laut itu senilai Rp240 miliar. Nilai itu lebih kecil dibandingkan alokasi anggaran untuk penyediaan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel saat ini yang setahunnya memakan anggaran Rp45 miliar.

"Kabel bawah laut itu memiliki ketahanan hingga 30 tahun. Jadi kita lebih hemat bila menggunakan teknologi ini dibandingkan pembangkit listrik tenaga diesel," kata Djoko.(*)