Selasa, 08 September 2009

Ck...ck.... Kiriman TKI Minimal Rp 50 Juta Per Orang

Ck...ck.... Kiriman TKI Minimal Rp 50 Juta Per Orang
Rabu, 9 September 2009 | 09:36 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Wilayah Malang Selatan, Jawa Timur, selalu berlimpah uang kiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) setiap menjelang Lebaran.

Menurut Kepala Kantor Pos Besar Malang (KPBM) Subkhan, Rabu (9/9), beberapa wilayah Malang Selatan yang menjadi tujuan pengiriman uang TKI tersebut di antaranya adalah Kecamatan Bantur, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gondanglegi, dan Dampit.

"Rata-rata pengiriman uang itu berasal dari TKI yang bekerja di Saudi Arabia, Malaysia, Hongkong, Taiwan, serta Singapura, dan uang yang dikirimkan juga bervariasi, minimal Rp 50 juta. Biasanya semakin mendekati hari Lebaran atau H-7 hingga H+7, tingkat pengiriman juga semakin besar," katanya.

Ia mengemukakan, angka pengiriman pada hari-hari normal di KPBM melalui Western Union (WU) hanya Rp 400 juta-Rp500 juta. Namun, pada bulan Ramadhan, jumlah itu bisa meningkat 100 persen bahkan lebih. Selama Ramadhan rata-rata mencapai Rp 1,3 miliar dan mendekati Lebaran bisa mencapai Rp 2 miliar per hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang Djaka Ritamtama mengakui, perputaran uang di Kabupaten Malang dari kiriman TKI yang mengais rezeki di luar negeri selama bulan Ramadhan bisa mencapai Rp 40 miliar.

Menurut dia, uang kiriman dari TKI di daerah itu rata-rata per tahun Rp 100 miliar-Rp 110 miliar, 40 persen di antaranya masuk ketika bulan Ramadhan atau menjelang Lebaran.

"Jumlah tersebut berdasarkan data resmi dari Bank Indonesia (BI), WU, dan wesel saja, sedangkan yang tidak resmi, seperti dititipkan pada keluarga atau kerabat yang pulang kampung, tidak terdata," ungkapnya.

Ia mengakui, angka pengiriman uang TKI di Kabupaten Malang merupakan yang terbesar di Jatim karena jumlah TKI asal Kabupaten Malang yang bekerja di luar negeri juga cukup tinggi, lebih dari 10.000 orang.

Beberapa tahun silam, aliran kiriman uang TKI ke Kabupaten Malang bisa mencapai Rp 400 miliar per tahun karena ada beberapa negara Eropa yang juga menjadi daerah tujuan TKI.

Tidak ada komentar: